MK. Sosiologi Umum Tema : Realitas Sosial
Nama : Prihadi Geyan Kelas : R02.1
Praktikum
II Analisis Realisasi Sosial
“DRUG
TRAFFICKER” DARI CIANJUR
Oleh : Irfan Budiman, Rian Suryalibrata, dan Upik
Supriyatun
Nama
Asisten
Ikhtisar
Merika Franola alias Ola telah divonis mati oleh
Pengadilan Tangerang bersama dengan dua sepupunya. Ola kelihatan lebih tegar
menerima hasil vonis tersebut ketimbang kedua sepupunya yang katanya hanya
seorang kurir biasa, dan merasa dihukum terlalu berat. Sembari menunggu putusan
banding, mereka mengisi hari-hari dengan beribadah dan berkebun di Lembaga
Kemasyarakatan Wanita Tangerang.
Jalan hidup Ola agaknya berliku. Setamat SMA di Cianjur,
dia merantau ke Jakarta menjadi Disc Joker. Dari pekerjaan itu Ola memperoleh
anak dari hasil hubungan intim dengan seorang pria.
Pada Oktober 1997, dia bertemu dengan Tajudin yang
mengaku berbisnis pakaian jadi. Beberapa bulan berjalan Ola dan Tajudin pun
menikah dan kehidupan mereka sangat bahagia. Ternyata kebahagiaan itu hanya
sementara, sifat asli Tajudin alias Tony itu terlihat yaitu ringan tangan,
tidak sedikit bekas pukulan yang ada di tubuh Ola. Bersamaan dengan itu, Ola
mengetahui sosok Tony yang sebenarnya. Bisnis pakaian jadi itu hanyalah kedok
untuk mendapatkan hati Ola. Menjelang kelahiran anaknya, Tony kembali ke
pekerjaan asalnya; narkotik.
Ironisnya Tony mengajak Ola untuk ikut melakoni bisnis
hitamnya tersebut. Tidak ada pilihan lain daripada disiksa, Ola menerima ajakan
tersebut. Beberapa kali Ola mengantar pesanan tersebut hingga posisinya
meningkat menjadi Drug Trafficker, seorang
yang mengatur lalu lintas perdagangan obat terlarang tersebut. Semenjak
mendapat posisi tersebut, Ola mendapatkan uang yang sangat banyak dalam kurun
waktu yang sementara. Bak ada gula ada semut, beberapa kerabat Ola
mendatanginya untuk meminta bantuan pinjaman uang, diantaranya Rani dan Deni.
Mendengar hal itu, suami Ola mengajak juga dua sepupu Ola tersebut bergelut di
bisnis hitam ini, menjadi seorang kurir.
Awalnya kedua sepupu Ola ini tidak menyadari barang yang
diantarkannya, tetapi lama-kelamaan mereka sadar juga. Tapi, apa daya untuk membalas
budi Ola dan suaminya, mereka terus menjalani pekerjaan tersebut. Tidak sedikit
pula perjalanan yang mereka lalui, mereka juga sering ke luar negeri seperti
halnya Ola.
Bak peribahasa sehebat-hebatnya menyimpan bangkai pasti
akan tercium juga, aksi Ola dan kedua sepupunya dipergok oleh petugas bandara
dan para polisi yang mencium bau “aneh” dari tas mereka. Pada hari yang sama,
Tony sang suami beserta empat temannya tewas akibat baku tembak melawan polisi
yang menyergap di rumah kontrakannya, diketahui polisi dari keterangan Ola.
Ola terhitung pemain sandiwara yang handal. Dalam
menjalankan tugasnya Ola tidak pernah dicurigai sedikitpun karena pintar
berbohong, dan sikapnya yang manis dan lemah lembut. Alex Bambang, seorang
bekas Kepala Direktorat Reserse Metro Jaya mengaku tak percaya kalau
keterlibatan Ola dan kedua sepupunya dalam perdagangan narkotik karena
terpaksa. “Yang namanya terpaksa itu tidak akan keterusan”, ujarnya.
Sumber:
Modul Praktikum Sosiologi Umum TPB IPB
Analisis
(i)
Gambaran
realita social
Ola, pelaku drug trafficker
terlihat santai meskipun vonis mati telah dijatuhkan kepadanya dan kedua
sepupunya. Ia adalah seorang wanita kelahiran cianjur yang merantau ke Jakarta
dan bekerja sebagai disc joker, dan
dalam masa itu pula ia mengalami kehamilan diluar nikah. Namun, pada bulan
Oktober 1997 Ola dilamar oleh seorang lelaki bernama Tony dan kemudian
terperosok kedalam dunia perdagangan narkotik.
Ola mengaku ia dipaksa oleh
suaminya untuk melakoni pekerjaan tersebut ketika diinterogasi polisi. Walaupun
begitu, Alex Bambang, bekas Kepala Direktorat Reserse Metro Jaya berpendapat
bahwa apabila Ola melakukan hal ini karena terpaksa, maka dia seharusnya tidak
melakukan hal ini terus-menerus dan hal ini dibenarkan oleh Jaksa Mursidi dan
Hakim Asep.
(ii)
Tindakan
sosial menurut Max Weber
a. Rasional
Instrumental è Tony meminjamkan uang
kepada Deni dan Rani agar mereka turut berkecimpung di dunia bisnis narkotika
ini.
b.Rasional
Berorientasi Nilai è Deni
dan Rani menjadi kurir narkotika karena ingin membalas budi.
c. Tindakan
Tradisional (tidak ada)
d.Tindakan
afektif è Tony yang bersifat ringan
tangan.
(iii) Integrasi Fungsional
Saling ketergantungan antara
Tony dan Ola untuk menjadi drug trafficker. Deni dan Rani karena membutuhkan
uang dan ingin membalas budi atas pemberian uang dari Ola dan Tony.
(iv)
Konsep
fakta sosial menurut Aras Masyarakat, Mikro, dan Masalah sosial
a. Aras
Masyarakat è Tony yang merupakan
anggota sindikat narkotika Internasional
b.Aras
Mikro è Tindakan Tony yang suka
memukul Ola bila sedang marah.
c. Aras
Masalah sosial è Perpecahan
keluarga karena mereka memasuki dunia hitam dan hingga divonis mati. Baik hubungan
keluarga antara Ola dengan Tony maupun hubungan keluarga Ola dengan Deni dan
Rani.
(v)
Perbandinga pendekatan Objektif dan Subjektif
Objektif è Alex
Bambang yang menyangkal pernyataan Ola. Ia berkata, “jika memang terpaksa, maka
tidak akan dilakukan terus-menerus begini”.
Subjektif è Ola
yang melakoni pekerjaan haram tersebut karena memang dipaksa oleh sang suami.
Disamping itu, jika sang suami marah karena Ola tidak patuh, maka Ola akan
dipukuli.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar