Jumat, 17 Oktober 2014

“DRUG TRAFFICKER” DARI CIANJUR"

MK. Sosiologi Umum                                                              Tema   : Realitas Sosial
Nama   : Prihadi Geyan                                                            Kelas   : R02.1
Praktikum II Analisis Realisasi Sosial
“DRUG TRAFFICKER” DARI CIANJUR
Oleh    : Irfan Budiman, Rian Suryalibrata, dan Upik Supriyatun
Nama Asisten
Ikhtisar
            Merika Franola alias Ola telah divonis mati oleh Pengadilan Tangerang bersama dengan dua sepupunya. Ola kelihatan lebih tegar menerima hasil vonis tersebut ketimbang kedua sepupunya yang katanya hanya seorang kurir biasa, dan merasa dihukum terlalu berat. Sembari menunggu putusan banding, mereka mengisi hari-hari dengan beribadah dan berkebun di Lembaga Kemasyarakatan Wanita Tangerang.
            Jalan hidup Ola agaknya berliku. Setamat SMA di Cianjur, dia merantau ke Jakarta menjadi Disc Joker. Dari pekerjaan itu Ola memperoleh anak dari hasil hubungan intim dengan seorang pria.
            Pada Oktober 1997, dia bertemu dengan Tajudin yang mengaku berbisnis pakaian jadi. Beberapa bulan berjalan Ola dan Tajudin pun menikah dan kehidupan mereka sangat bahagia. Ternyata kebahagiaan itu hanya sementara, sifat asli Tajudin alias Tony itu terlihat yaitu ringan tangan, tidak sedikit bekas pukulan yang ada di tubuh Ola. Bersamaan dengan itu, Ola mengetahui sosok Tony yang sebenarnya. Bisnis pakaian jadi itu hanyalah kedok untuk mendapatkan hati Ola. Menjelang kelahiran anaknya, Tony kembali ke pekerjaan asalnya; narkotik.
            Ironisnya Tony mengajak Ola untuk ikut melakoni bisnis hitamnya tersebut. Tidak ada pilihan lain daripada disiksa, Ola menerima ajakan tersebut. Beberapa kali Ola mengantar pesanan tersebut hingga posisinya meningkat menjadi Drug Trafficker, seorang yang mengatur lalu lintas perdagangan obat terlarang tersebut. Semenjak mendapat posisi tersebut, Ola mendapatkan uang yang sangat banyak dalam kurun waktu yang sementara. Bak ada gula ada semut, beberapa kerabat Ola mendatanginya untuk meminta bantuan pinjaman uang, diantaranya Rani dan Deni. Mendengar hal itu, suami Ola mengajak juga dua sepupu Ola tersebut bergelut di bisnis hitam ini, menjadi seorang kurir.
            Awalnya kedua sepupu Ola ini tidak menyadari barang yang diantarkannya, tetapi lama-kelamaan mereka sadar juga. Tapi, apa daya untuk membalas budi Ola dan suaminya, mereka terus menjalani pekerjaan tersebut. Tidak sedikit pula perjalanan yang mereka lalui, mereka juga sering ke luar negeri seperti halnya Ola.
            Bak peribahasa sehebat-hebatnya menyimpan bangkai pasti akan tercium juga, aksi Ola dan kedua sepupunya dipergok oleh petugas bandara dan para polisi yang mencium bau “aneh” dari tas mereka. Pada hari yang sama, Tony sang suami beserta empat temannya tewas akibat baku tembak melawan polisi yang menyergap di rumah kontrakannya, diketahui polisi dari keterangan Ola.
            Ola terhitung pemain sandiwara yang handal. Dalam menjalankan tugasnya Ola tidak pernah dicurigai sedikitpun karena pintar berbohong, dan sikapnya yang manis dan lemah lembut. Alex Bambang, seorang bekas Kepala Direktorat Reserse Metro Jaya mengaku tak percaya kalau keterlibatan Ola dan kedua sepupunya dalam perdagangan narkotik karena terpaksa. “Yang namanya terpaksa itu tidak akan keterusan”, ujarnya.
Sumber: Modul Praktikum Sosiologi Umum TPB IPB

Analisis
(i)      Gambaran realita social
Ola, pelaku drug trafficker terlihat santai meskipun vonis mati telah dijatuhkan kepadanya dan kedua sepupunya. Ia adalah seorang wanita kelahiran cianjur yang merantau ke Jakarta dan bekerja sebagai disc joker, dan dalam masa itu pula ia mengalami kehamilan diluar nikah. Namun, pada bulan Oktober 1997 Ola dilamar oleh seorang lelaki bernama Tony dan kemudian terperosok kedalam dunia perdagangan narkotik.
Ola mengaku ia dipaksa oleh suaminya untuk melakoni pekerjaan tersebut ketika diinterogasi polisi. Walaupun begitu, Alex Bambang, bekas Kepala Direktorat Reserse Metro Jaya berpendapat bahwa apabila Ola melakukan hal ini karena terpaksa, maka dia seharusnya tidak melakukan hal ini terus-menerus dan hal ini dibenarkan oleh Jaksa Mursidi dan Hakim Asep.
(ii)    Tindakan sosial menurut Max Weber
a. Rasional Instrumental è Tony meminjamkan uang kepada Deni dan Rani agar mereka turut berkecimpung di dunia bisnis narkotika ini.
b.Rasional Berorientasi Nilai è Deni dan Rani menjadi kurir narkotika karena ingin membalas budi.
c. Tindakan Tradisional (tidak ada)
d.Tindakan afektif è Tony yang bersifat ringan tangan.
(iii)  Integrasi Fungsional
Saling ketergantungan antara Tony dan Ola untuk menjadi drug trafficker. Deni dan Rani karena membutuhkan uang dan ingin membalas budi atas pemberian uang dari Ola dan Tony.
(iv)   Konsep fakta sosial menurut Aras Masyarakat, Mikro, dan Masalah sosial
a. Aras Masyarakat è Tony yang merupakan anggota sindikat narkotika Internasional
b.Aras Mikro è Tindakan Tony yang suka memukul Ola bila sedang marah.
c. Aras Masalah sosial è Perpecahan keluarga karena mereka memasuki dunia hitam dan hingga divonis mati. Baik hubungan keluarga antara Ola dengan Tony maupun hubungan keluarga Ola dengan Deni dan Rani.
(v)      Perbandinga pendekatan Objektif dan Subjektif
Objektif è Alex Bambang yang menyangkal pernyataan Ola. Ia berkata, “jika memang terpaksa, maka tidak akan dilakukan terus-menerus begini”.

Subjektif è Ola yang melakoni pekerjaan haram tersebut karena memang dipaksa oleh sang suami. Disamping itu, jika sang suami marah karena Ola tidak patuh, maka Ola akan dipukuli.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar