MK. Sosiologi Umum Tema : Realitas Sosial
Nama : Prihadi Geyan Kelas : R02.1
Praktikum
III Analisis Realisasi Sosial
OMPU
MONANG NAPITUPULU INGIN SEDERHANAKAN BUDAYA BATAK
Oleh :
Arbain Rambey
Ompu Monang Napitupulu, ketua Parbato (Pertungkoan Batak
Toba) bukanlah nama aslinya. Aslinya ia bernama Daniel Napitulu. Ia mengambil
nama barunya setelah mendapatkan cucu pertamanya yang bernama Monang
Napitupulu, sebuah kebanggaan bagi orang batak mempunyai cucu dan memakai nama
cucunya tersebut.
Kehangatan kekerabatan dalam budaya batak bukan Cuma soal
nama itu, di satu sisi, kekerabatan ini membawa arus positif, salah satunya
tidak ada orang batak yang buta huruf saat ini. Ini karena tanggung jawab
pendidikan sudah menjadi tanggung jawab kolektif. Ompu Monang juga berkata,
“Jumlah dokter di Indonesia ini juga paling banyak dari keturunan Batak”.
Sedangkan
sisi negatif kekerabatan batak, khususnya batak toba yaitu menghambur-hamburkan
uang dan waktu. Contohnya yang dikatakan Ompu Monang yaitu, “Pada upacara
perkawinan pasti ada acara pengulosan, yaitu setiap tamu yang datang memberikan
kain ulos kepada mempelai. Ini sangat boros waktu, bagaimana mungkin semua
orang akan mendatangi mempelai satu persatu untuk member kain ulos tersebut,
apalagi kalau upacara perkawinan yang besar yang mengundang ratusan orang, maka
mempelai juga akan menerima ratusan kain ulos, begitu juga dengan nasehat yang
diberikan tiap tamu undangan terhadap mempelai”. Selain itu juga Ompu Monang
menambahkan “Pemborosan uang juga terjadi dalam hal yang sama, kebanyakan dari
ulos tersebut akan dijual kembali, dan dibeli lagi oleh orang lain, dan dijual
lagi, begitulah seterusnya, maka saya akan berusaha memperbaiki budaya batak
yang sudah dipengaruhi globalisasi ini dengan hal yang kecil terlebih dahulu,
karena dengan ingin mengubah suatu hal itu kita harus memulai dari hal yang
kecil dulu, yaitu dengan pesta perkawinan anakku yang akan diadakan di
pertengahan Desember ini. Dalam undangan nanti, hanya orang tua dan saudara
kandung mempelai yang mengundang. Lalu tidak ada nasihat-nasihat dari banyak
orang, selain itu saya membatasi hanya beberapa ulos yang diberikan. Semoga contoh
ini dapat memperbaiki penyelewengan adat yang boros itu.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar